Dalam hidup... Kita harus merencanakan sesuatu... Kita harus bisa mengatur waktu bukan waktu yang mengatur kita...
Dalam hidup tumpukan-tumpukan rencana itu jika dituangkan dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh tentu akan menghasilakan sesuatu....
Dibalik itu semua... ternyata masih ada rencana yang jauh dari jangkauan kita semua... Rencana super besar yang tidak pernah ada satu manusiapun yang dapat menyentuhnya.... "RENCANA TUHAN ATAS JALAN HIDUP MANUSIA"
Simak cerita hidup yang baru-baru saja terjadi pada seorang eksekutif bergelar MBA (Master of Business Administration) dari universitas bergengsi UCLA (University of California) karena terpaan krisis moneter di negeri Paman Sam, Ken Karpman...
Selama 45 tahun, hidup Ken Karpman tampaknya nyaris sempurna. Lulus dengan gelar sarjana S-1 dan MBA (Master of Business Administration) dari universitas bergengsi UCLA (University of California), Karpman langsung mendapat kerjaan dengan gaji yang menggiurkan sebagai pialang saham.
Dia pun bisa menikahi perempuan idamannya, Stephanie, dan dikarunai dua anak. Mereka pun rutin berlibur ke tempat-tempat mahal di penjuru dunia.
Setelah 20 tahun meniti karir sebagai pialang, Karpman pun naik jabatan menjadi eksekutif perusahaan. Gajinya pun naik menjadi US$750.000 (sekitar lebih dari Rp 8,8 miliar) per tahun.
"Saat itu hidup begitu indah. Kami bisa cetak banyak uang. Entah mengapa situasi itu kok tidak berlanjut?" kata Karpman dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi ABC.
Dari segala sisi, Karpman dan keluarga saat itu hidup dalam "Impian Amerika" (American Dream). Mereka tinggal di sebuah rumah besar di kota Tampa, Florida. Rumah mereka pun dilengkapi lapangan golf.
"Saat itu saya sudah tidak tahu berapa harga barang-barang di toko. Pokoknya, tinggal bawa troli dan ambil saja," kata Karpman.
Dia pun begitu percaya diri dengan kemampuannya mencetak banyak uang. Maka, tahun 2005 dia meninggalkan perusahaan tempat dia bekerja dan membuat usaha sendiri yang sejenis.
Untuk mendirikan perusahaan sendiri sekaligus meningkatkan taraf hidup, dia Karpman dengan enteng mengeluarkan dana US$500.000 dari tabungannya. Seperti kebiasaan orang-orang Amerika, Karpman juga mengajukan kredit dalam jumlah besar dengan jaminan rumah.
Namun, badai krisis keuangan menerpa Amerika Serikat (AS). Karpman tak mampu menarik investor sehingga perusahaannya bubar.
Sejak saat itu, dia menjadi penganggur dan sulit mendapat kerja. Padahal, di masa lalu, Karpman tak perlu pusing mencari kerja.
"Dulu, saat menjalani tes wawancara kerja, saya bisa jadi bersikap kurang ajar karena justru sayalah yang sering menanyai si pewawancara apakah perusahaannya cukup layak mempekerjakan saya," kata Karpman dalam wawancara yang ditayangkan di laman stasiun televisi ABC.
"Sekarang, justru saya yang kini berharap-harap minta kerja sambil memegang topi di tangan," lanjut Karpman.
Saat dia susah mendapat kerja, tabungannya ludes untuk keperluan hidup sehari-hari dia dan keluarga. Bahkan, keluarga Karpman kini harus menanggung utang ratusan ribu dolar dan rumah mewah terancam disita pihak kreditur.
Mereka pun tak mampu menanggung biaya pendidikan anak-anak di sekolah swasta yang mencapai US$30.000 (Rp 352,3 juta). Namun mereka bersyukur ada seorang dermawan yang membantu membiayai uang sekolah anak-anak mereka hingga tahun depan.
Maka, Karpman sudah bertekad, kerja apapun akan dia lakukan asalkan mendapat uang. Dia pun bersedia turun derajat. Karpman tak lagi mencari posisi-posisi yang tinggi, maka dia sempat melamar sebagai bartender (peramu minuman) namun ditolak. Istrinya, Stephanie, kini juga akan menjual baju-bajunya yang bertumpuk-tumpuk di lemari pakaian di toko-toko loak.
Akhirnya Karpman mendapat kerjaan baru. Namun, bukan lagi sebagai eksekutif melainkan sebagai pengantar pizza (roti isi khas Italia) di restoran Mike's Pizza & Deli di kota Clearwater.
Pemilik restoran, Mike Dodaro, bingung saat melihat Karpman datang ke tempatnya untuk wawancara kerja dengan mengendarai mobil mewah Mercedes Benz. Dodaro pun terkejut saat membawa CV (riwayat pendidikan dan pekerjaan) Karpman.
Untuk menjadi pengantar pizza dari rumah ke rumah tak perlu harus bergelar MBA dan berpengalaman sebagai manajer pialang saham. Dengan kata lain, Karpman tergolong over-qualified (bobot pendidikan dan pengalaman kerja terlalu tinggi untuk posisi kerja yang dia lamar)
Namun, Karpman tetap mengambil lowongan itu. Dia rela kini digaji US$7,29 atau sekitar lebih dari Rp 85.000 per jam - belum termasuk tips. Karpman pun tak peduli dengan reaksi istrinya yang kaget dengan profesi suaminya saat ini.
"Menurut saya, yang paling buruk adalah saat datang ke teman sambil berkata, 'Boleh pinjam uangmu?' Menjadi pengantar pizza pun sudah kemajuan," lanjut Karpman.
source : vivanews.com, maret 2009
Jika Anda mau belajar bisnis On-Line tapi belum tau alat pembayaran yang paling aman... atau Jika anda sudah mempunyai Bisnis On-Line tapi selama ini anda harus mencairkan dana ke bank tertentu dengan syarat2 yang memberatkan... Bergabunglah dengan Pembayaran On-Line Resmi Ineternasional PAYPAL, maka Anda akan menemukan kemudahan untuk bisnis On-Line anda...
Selengkapnya...
By : Ardian Syam
Sangat indah kata-kata yang saya kutip dari seorang teman dengan nama depan Vita, ini. Beliau berkata bahwa: ”Terkadang kita meminta bunga yang indah atau kupu-kupu yang cantik. Allah memberi kita kaktus dan ulat. Saat itu kita sedih, kecewa dan bahkan marah. Ternyata tumbuh bunga yang sangat indah dari kaktus tersebut dan ulat bertumbuh menjadi kupu-kupu yang sangat cantik. Begitulah cara Allah memberi. DIA tidak memberi yang kita inginkan, tetapi memberi yang kita butuhkan”.
Tapi kan saya tidak butuh ulat apalagi kaktus yang berduri sama sekali...
Aduh, Anda benar sekali! Bagaimana mungkin saya bisa membantah pernyataan itu. Tidak ada yang butuh ulat, bentuknya yang tidak bagus dan bulu-bulu halus di badan ulat seringkali bikin gatal tubuh kita.
Kaktus? Itu lagi, kan duri kaktus bisa menembus kulit kita dan akan mengeluarkan darah. Paling tidak cukup sakit kalau tertusuk duri kaktus. Sehingga tidak ada seorangpun yang ingin mendapatkan kaktus.
Tetapi apa yang Anda dapat dari kaktus yang berbunga sangat cantik. Bukankah bahwa sesuatu itu tidak dapat dilihat dari apa yang terlihat saat ini saja. Semua harus dilihat dari apa yang akan terjadi nanti. Termasuk apakah sesuatu itu akan terjadi, karena kita mengusahakan hal itu untuk terjadi.
Nah, dalam hal kaktus. Kita kemudian dengan setengah ikhlas setengah kesal merawat dan menyirami terus kaktus tersebut. Dia terus tumbuh dan memang dia hanya butuh sangat sedikit air. Hingga satu saat kemudian tumbuhlah bunga yang sangat indah. Kitapun tidak perlu terlalu banyak memberi air. Sangat besar kemungkinan dia akan tumbuh dengan cara yang buruk dan mati bila diberi air terlalu banyak.
Sementara seekor ulat butuh daun yang banyak untuk makanan mereka agar mereka tumbuh dengan kuat dalam periode yang normal. Tidak ada percepatan untuk pertumbuhan ulat, tetapi juga bila dia mendapat makanan yang kurang, dia akan terlambat tumbuh. Ketika sang ulat tumbuh menjadi besar dia akan masuk ke dalam kepompong, dan dalam waktu yang tepat akan keluar dari kepompong menjadi ulat.
Anda perhatikan cara Tuhan bekerja? Kaktus tidak bisa diberi air terlalu banyak. Mungkin kaktus bisa bertahan hidup bila kekurangan air. Tetapi bisa mati kalau kebanyakan air. Sementara ulat bisa menunda makan hingga esok hari bila ada terlalu banyak makanan dan mati bila terlalu sedikit makanan.
Sehingga sekarang Anda menjadi lebih pintar untuk memberikan hal yang tepat kepada makhluk yang berbeda. Itu memberi Anda pengetahuan baru dalam menghadapi banyak orang dengan kepribadian yang berbeda.
Kemudian, butuh jam dari sejak sobekan pertama di kepompong hingga keluar sang kupu-kupu dengan sayap-sayapnya yang indah. Ada satu cerita lain yang saya ingat bagaimana seorang anak kecil yang membantu menyobekkan kepompong agar si kupu-kupu dapat segera terbebas dari kungkungan.
Benarkah itu kungkungan bagi si anak kecil? Ya! Dia menganggap itu adalah kungkungan. Tetapi bagi sang ulat yang akan menjadi kupu-kupu, kepompong adalah kulit yang melindungi proses transformasinya. Namun, ketika si anak membukakan kepompong yang ”mengungkung” itu, keluarlah sang kupu-kupu dengan sayap yang tidak sempurna.
Secara alami dia mencoba untuk terbang, dan dia tidak mampu terbang cukup jauh. Bahkan lebih sering dia terjatuh daripada terbang. Ternyata memang seekor kupu-kupu harus keluar dengan tenaga sendiri dari kulit pelindungnya.
Nah, sekarang kita juga sekaligus belajar tentang kesabaran. Sabar untuk menunggu sesuatu terjadi dengan sendirinya. Kadang-kadang kita berusaha untuk membantu, tetapi kita tidak sadar bahwa sangat mungkin bantuan tersebut bukan menolong tetapi bahkan mengganggu dan merusak.
Astaga! Begitu banyak yang kita dapat hanya dari sebuah bunga dan kupu-kupu yang kita minta. Sehingga ketika Tuhan memberi kita kaktus dan ulat, itu adalah hal yang terbaik buat kita. Tidak hanya mendapatkan bunga dan kupu-kupu, tetapi sekaligus mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dalam memperlakukan orang lain dan belajar untuk tetap sabar.
Jika Anda mau belajar bisnis On-Line tapi belum tau alat pembayaran yang paling aman... atau Jika anda sudah mempunyai Bisnis On-Line tapi selama ini anda harus mencairkan dana ke bank tertentu dengan syarat2 yang memberatkan... Bergabunglah dengan Pembayaran On-Line Resmi Ineternasional PAYPAL, maka Anda akan menemukan kemudahan untuk bisnis On-Line anda...
Selengkapnya...
By : Prof. Dr. M. Suyanto, MM.
Untuk mencapai jiwa yang tenteram bagi seorang Entrepreneur adalah dengan banyak mengingat Allah. Orang yang beriman kepada Allah, mencintai Allah, takut kepada Allah, terpaut dengan Allah, maka orang tersebut akan banyak mengingat Allah dalam hatinya. Baik mengingat Allah dengan lisan maupun anggota badannya. Hal itu didorong oleh rasa cinta, berharap, bersandar dan bergantung kepada Allah. Mengingat Allah dengan lisan dengan bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, beristigfar dan berdoa. Mengingat Allah dengan anggota badannya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ibnu Abbas dalam menafsirkan mengingat Allah, yaitu : jangan lepas mengingat Allah, baik di waktu malam dan siang, di daratan atau di lautan, di saat bepergian atau di rumah, dalam keadaan kaya atau miskin, waktu badan sehat atau sakit dan dalam keadaan sunyi atau banyak orang.
Orang yang mengingat Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat akan ditambah oleh Allah karunia dan rezkinya tanpa batas, seperti disebutkan dalam surat An Nuur ayat 37-38 : Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula (oleh) jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan shalat dan (dari) membayar zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan itu) supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Demikian pula dengan mengingat Allah akan menjadikan kita lebih baik. Dalam surat Al Jumu’ah ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikian itu lebih baik bagimu jika mengetahui.
Orang yang mengingat Allah juga hatinya menjadi tenteram. Seperti dalam surat Ar Ra’du ayat 28 :..(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Mengingat Allah ada permulaannya dan ada pula akhirnya. Permulaannya ketentraman dan kecintaan dan akhirnya ketentraman dan kecintaan yang dapat menjelma dan timbul dari orang yang mengingat Allah tersebut.
Demikian pula orang yang mengingat Allah, akan diingat oleh Allah, disebut oleh Allah dan bersama Allah. Jika Allah telah mengingat seorang hamba, maka hal itu merupakan bimbingan dan petunjuk untuk meraih awal kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat. Dalam hadits qudsi, Rasulullah s.a.w. bersabda : Allah s.w.t. berfirman : Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku berjalan, niscaya Aku akan datang kepadanya berlari-lari kecil (Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya dengan lupa mengingat Allah, kita akan termasuk orang yang rugi. Allah berfirman dalam surat Al Munaafiquun ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
source site : M Suyanto Consulting
Jika Anda mau belajar bisnis On-Line tapi belum tau alat pembayaran yang paling aman... atau Jika anda sudah mempunyai Bisnis On-Line tapi selama ini anda harus mencairkan dana ke bank tertentu dengan syarat2 yang memberatkan... Bergabunglah dengan Pembayaran On-Line Resmi Ineternasional PAYPAL, maka Anda akan menemukan kemudahan untuk bisnis On-Line anda...
Selengkapnya...
By : Andrew Ho
"Poor people are not asking for charity. Charity is not a solution for poverty".
Orang-orang tidak ingin selalu diberi. Pemberian bukanlah solusi bagi kemiskinan,"
Prof. Muhammad Yunus.
Menolong sesama yang serba kesulitan menjadi kebiasaan yang sangat melekat dalam pola kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam berbagai kesempatan istimewa, semisal hari raya, ulang tahun dan lain sebagainya, para jutawan kerap berbagi dengan kaum miskin. Pasti manfaat yang dirasakan masyarakat semakin besar dan dinikmati masyarakat secara luas jika semangat menolong yang terpuji itu dilakukan dengan cara yang tepat.
Mengapa demikian? Karena ternyata memang membutuhkan kecermatan dalam menyalurkan bantuan kepada kaum miskin yang membutuhkan agar tepat sasaran dan mampu menciptakan perubahan jangka panjang. Dalam hal ini Prof. Muhammad Yunus sudah menerapkan langkah-langkah yang inspiratif, bahkan tergolong cukup berhasil mengentaskan kemiskinan di Bangladesh. Dalam pidato di WFDSA World Congress XIII 2008 di Singapura, peraih hadiah Nobel perdamaian tahun 2006 tersebut menceritakan bagaimana ia dan kawan-kawan menyalurkan bantuan sejak tahun 1976 melalui Grameen Bank Project.
Lebih lanjut pria yang lahir dan besar di di Chittagong, Bangladesh tersebut menjelaskan bahwa proyeknya tidak memberikan bantuan secara tunai, melainkan memberikan pinjaman modal kepada orang-orang miskin (terutama wanita) untuk memberdayakan ekonomi mereka, misalnya untuk berdagang, membiayai kredit rumah, pendidikan, dan bukan untuk konsumsi. Prof. Muhammad Yunus menyatakan bahwa keberadaan proyek tersebut sangat membantu perkembangan ekonomi masyarakat, karena peminjam tidak perlu memberikan jaminan ditambah dengan bunga yang sangat rendah. Bahkan proyek yang sudah dilegalkan menjadi sebuah bank tersebut sekarang sudah mampu menyalurkan kredit sebesar 7 milyar USD atau 77 trilyun rupiah kepada 7,5 juta masyarakat miskin yang tersebar di 60.815 desa di Bangladesh.
Salah satu prestasi yang membanggakan diantaranya adalah proyek tersebut sudah mampu mengentaskan 10.000 pengemis menjadi pewirausaha mandiri. Profesor yang bersahaja itu menyatakan bahwa pertolongan yang diberikan Grameen kepada kaun miskin menjadi istimewa, karena Grameen membangun manusia, keluarga, dan sosial. Gramen juga menumbuhkan semangat tolong menolong tanpa pamrih dan membangun rasa penghargaan sekaligus kepercayaan diri dengan berbisnis. Karena menurutnya, "Poverty in the world is an artificial creation. It does not belong to the human civilization. - Kemiskinan di dunia ini hanyalah variasi. Kemiskinan sama sekali bukan bagian dari peradaban manusia."
Konsep bantuan modal Bank Grameen dengan menumbuhkan semangat kewirausahaan tersebut sekarang sudah diterapkan di lebih 100 negara di dunia, diantaranya di USA, Kanada, Belanda, India, Pakistan, Meksiko, dan sejumlah negara di Afrika. Agaknya model bantuan yang diserukan pria berjuluk World banker to the poor itu sangat diperlukan di Indonesia, mengingat jumlah pewira usaha di Indonesia masih tergolong sangat sedikit, yaitu 0,18% dari keseluruhan penduduk sekitar 250 juta jiwa. Padahal sebuah negara dikatakan stabil jika jumlah pebisnis mandiri sedikitnya berjumlah 2% dari populasi penduduk.
Konsep bantuan sebagaimana diterapkan Prof. Muhammad Yunus menurut saya sangat tepat. Alangkah baiknya jika bantuan dari para donatur dikumpulkan dan dikelola serta disalurkan kepada kaum fakir miskin dalam bentuk dana bantuan modal berbisnis. Pinjaman tersebut dikenakan bunga yang kecil dengan jadwal pengembalian pinjaman yang teratur.
Sebagai permulaan, sebaiknya bantuan modal diberikan kepada sejumlah fakir miskin di sebuah kawasan tertentu sebagai proyek percontohan. Para calon nasabah harus diseleksi dan menandatangani surat perjanjian guna mengikat komitmen mereka. Selanjutnya disediakan pula tim pelatih dari berbagai bidang, misalnya di bidang tehnik mesin, perternakan, pertanian, perdagangan, menjahit, desain pakaian serta keterampilan lainnya. Dengan demikian para pemimjam memiliki keterampilan dan modal uang yang cukup untuk berbisnis dan meraih kemandirian ekonomi mereka.
Tentu saja melakukan hal ala Prof. Muhammad Yunus bukan semudah membalikkan telapak tangan. Untuk melakukannya dibutuhkan beberapa langkah awal yang nyata, diantaranya berupa penetapan program yang terancang dengan baik serta kesungguhan dalam melaksanakan program tersebut. Sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya memberikan manfaat sesaat kepada kaum miskin melainkan membuat mereka mampu menopang kehidupan ekonomi sekaligus kepercayaan diri menyongsong masa depan yang lebih baik.
Itulah mengapa saya terinspirasi untuk melatih dan membangun sedikitnya 1% dari seluruh penduduk Indonesia atau sekitar 2,5 juta jiwa sampai mereka memiliki kemampuan menjadi pengusaha yang mandiri. Sebagai bentuk kesungguhan kami keinginan tersebut menjadi salah satu program inti visi KK Indonesia 2015. Kami meyakini bahwa memberikan kail jauh lebih baik daripada memberi ikan, meskipun untuk itu butuh ekstra energi dan perhatian. Semoga apa yang saya uraikan membuat Anda lebih cerdas dalam memberi.
Source Site : andriewongso.com
Jika Anda mau belajar bisnis On-Line tapi belum tau alat pembayaran yang paling aman... atau Jika anda sudah mempunyai Bisnis On-Line tapi selama ini anda harus mencairkan dana ke bank tertentu dengan syarat2 yang memberatkan... Bergabunglah dengan Pembayaran On-Line Resmi Ineternasional PAYPAL, maka Anda akan menemukan kemudahan untuk bisnis On-Line anda...
Selengkapnya...
By : Tom MC Ifle
Beliau adalah Chief Operating Officer Action COACH Indonesia
Penulis buku best seller Profit is King, Rahasia Meledakkan Profit Tanpa Iklan
Ada hal menarik dari analisa beliau tentang bagaimana otak kanan bekerja seperti yang beliau tuturkan dalam artikelnya tentang "Bahaya OTak Kanan"..
Apa yang lebih anda takuti?
Mana lebih ber-resiko tinggi:
a. Reaktor nuklir atau
b. sinar matahari?
Binatang apa yang mengakibatkan kematian manusia terbesar?
a. Buaya
b. Beruang
c. Kijang
d. Hiu
e. Ular
Penyebab kematian manusia terbesar:
a. Perang
b. Bunuh diri
c. Pembunuhan
Kalau jawaban anda reaktor nuklir, anda salah. Kejadian yang disebabkan oleh reaktor nuklir terdahsyat adalah saat Chernobyl bocor di Ukraina tahun 1986. Jumlah orang yang mati akibat terkontaminasi nuklir hingga 2006 dibawah 100 orang. 8000 orang pertahun meninggal akibat skin cancer atau overexposure sinar matahari.
Jika anda jawab ular atau hiu, sayang masih salah.Kijang mengakibatkan kematian manusia lebih banyak 7x setiap tahunnya.
Jika anda menjawab perang mengakibatkan kematian, sekali lagi anda salah. Bunuh diri dua kali lebih banyak dari pembunuhan.
Apa pelajarannya?
Saat kita menerima sebuah informasi negatif, di minta untuk mengambil keputusan atau di tuntut untuk take ACTION, otak kanan anda memberi reaksi. Karena otak kanan tidak bisa menganalisa terstruktur, otak kanan anda hanya memberi reaksi spontan.
Nah, bahayanya reaksi nomor satu saat anda masuk ke area UNKNOWN adalah, otak anda mengaktifasi frontal lobe kanan yang dominasi produksi perasaannya adalah FEAR. Saat FEAR muncul, ia segera mengaktifasi AMYG, dua neuron yang mematikan aliran darah ke otak, kemudian mengaktifasi ginjal untuk mengeluarkan adrenalin dan menyebarkan aliran darah dengan deras keselurh otot, itu sebabnya saat anda dikejar anjing gila, anda bisa lari tanpa berpikir ... berita buruknya DISANA ANDA KEHILANGAN AKAL SEHAT.
So,dalam mengambil keputusan, consciousness is very important. Tidak bereaksi spontan (bukan saat dikejar anjing gila) akan memberi anda alternatif untuk memberi kesempatan agar intuisi anda bekerja lebih clear. Baru otak kanan sangat ampuh mengawal kesuksesan anda.
Tipsnya: Jangan biarkan otak kanan menciptakan FEAR... belajarlah mengaktifasi LOVE dari otak kanan yang memberi anda level energy lebih tinggi dari courage bahkan burning desire...Bertindaklah berdasarkan LOVE bukan FEAR... ambil keputusan berdasarkan LOVE bukan FEAR.
Have FUN dengan otak kanan anda..
Bagaimana menurut anda?
Jika Anda mau belajar bisnis On-Line tapi belum tau alat pembayaran yang paling aman... atau Jika anda sudah mempunyai Bisnis On-Line tapi selama ini anda harus mencairkan dana ke bank tertentu dengan syarat2 yang memberatkan... Bergabunglah dengan Pembayaran On-Line Resmi Ineternasional PAYPAL, maka Anda akan menemukan kemudahan untuk bisnis On-Line anda...
Selengkapnya...
Apakah anda pernah membayangkan menulis buku bukan dengan tangan, kaki atau anggota tubuh lainnya? Bayangkan kalau anda menulis dengan kelopak mata kiri? Jika Anda mengatakan itu hal yang mustahil untuk dilakukan, Anda tentu belum mengenal orang yang bernama Jean- Dominique Bauby. Seorang pemimpin redaksi majalah Elle, majalah kebanggaan Prancis yang digandrungi wanita seluruh dunia.
Betapa mengagumkan semangat hidup dan tekad maupun kemauannya untuk menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal tiga hari setelah bukunya diterbitkan. Setelah tahu apa yang dialami si Jean dalam menempuh hidup ini, Anda pasti akan berpikir, “Berapa pun problem dan beban hidup kita semua, hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!”
Tahun 1995, ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut locked-in syndrome, kelumpuhan total yang disebutnya “Seperti pikiran di dalam botol”. Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah cara dia berkomunikasi dengan para perawat, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya.
Begini cara Jean menulis buku. Mereka (keluarga, perawat, teman- temannya) menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip apabila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. “Bukan main,” kata Anda.
Ya, itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita disuruh “menulis” dengan cara si Jean, barang kali kita harus menangis dulu berhari-hari dan bukan buku yang jadi, tapi mungkin meminta ampun untuk tidak disuruh melakukan apa yang dilakukan Jean dalam pembuatan bukunya.
Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang ditulisnya secara sangat istimewa. Judulnya, “Le Scaphandre” et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).
Jean adalah contoh orang yang tidak menyerah pada nasib yang digariskan untuknya. Dia tetap hidup dalam kelumpuhan dan tetap berpikir jernih untuk bisa menjadi seseorang yang berguna, walaupun untuk menelan ludah pun, dia tidak mampu, karena seluruh otot dan saraf di tubuhnya lumpuh. Tetapi yang patut kita teladani adalah bagaimana dia menyikapi situasi hidup yang dialaminya dengan baik dan tetap menjadi seorang manusia (bahasa Sansekerta yang berarti pikiran yang terkendali), bahkan bersedia berperan langsung dalam film yang mengisahkan dirinya.
Jean, tetap hidup dengan bahagia dan optimistis, dengan kondisinya yang seperti sosok mayat bernapas. Sedangkan kita yang hidup tanpa punya problem seberat Jean, sering menjadi manusia yang selalu mengeluh..! Coba ingat-ingat apa yang kita lakukan. Ketika mendapat cuaca hujan, biasanya menggerutu. Sebaliknya, mendapat cuaca panas juga menggerutu. Punya anak banyak mengeluh, tidak punya anak juga mengeluh. Carl Jung, pernah menulis demikian: “Bagian yang paling menakutkan dan sekaligus menyulitkan adalah menerima diri sendiri secara utuh, dan hal yang paling sulit dibuka adalah pikiran yang tertutup!”
Maka, betapapun kacaunya keadaan kita saat ini, bagi yang sedang stres berat, yang sedang berkelahi baik dengan diri sendiri maupun melawan orang lain, atau anggota keluarga yang sedang tidak bahagia karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, yang baru mendapat musibah kecelakaan atau bencana, bagi yang sedang di-PHK, ingatlah kita masih bisa menelan ludah, masih bisa makan dan menggerakkan anggota tubuh lainnya. Maka bersyukurlah, dan berbahagialah…! Jangan menjadi pengeluh, penggerutu, penuntut abadi, tapi bijaksanalah untuk bisa selalu think and thank (berpikir, kemudian berterima kasih/ bersyukurl).
Dalam artikel yang berjudul Kegagalan & Kesuksesan Hasil Konsekuensi Pikiran ( SPM 26 Februari 2005) dituliskan, seseorang yang sadar sepenuhnya, dia datang ke dunia ini hanya dibekali sebuah nyawa (jiwa). Nah, nyawa itu harus dirawat dengan menjalani kehidupan
secara bertanggung jawab. Dengan nyawa ini pulalah, seseorang harus hidup bahagia, di manapun dia berada, dan dalam kondisi apapun, dia harus bisa bahagia. Kunci kebahagiaan adalah bersyukur! Mensyukuri apa yang kita dapat itu penting, termasuk sebuah nyawa agar kita bisa hidup di alam ini. Dan kebahagiaan bisa dibuat, dengan tidak meminta (menuntut) apapun pada orang lain, tetapi memberikan apa yang bisa diberikan kepada orang lain agar mereka bahagia. Jadilah seseorang yang merasa ada gunanya untuk kehidupan ini.
Untuk itu, Anda bisa mendengarkan intuisi sendiri sehingga bertindak sesuai nurani dan menghasilkan apa yang Anda inginkan dalam hidup. Hadapi hidup dengan tabah karena orang-orang beruntung bukan tidak pernah gagal. Bukan tidak pernah ditolak, juga bukan tidak pernah kecewa. Justru banyak orang yang sukses itu sebetulnya orang yang telah banyak mengalami kegagalan.
Berpikirlah positif, Anda akan menjadi orang yang beruntung. Banyak cerita tentang keberuntungan berasal dari kejadian-kejadian yang tidak menguntungkan. Misalnya, kehilangan pekerjaan memunculkan ide besar untuk mulai bisnis sendiri dan menjadi majikan. Ditolak pun bisa mendatangkan kesuksesan. Tetapi, untuk mendapatkan
keberuntungan diperlukan usaha. Dan mulailah sekarang juga untuk berusaha!
Jika Anda mau belajar bisnis On-Line tapi belum tau alat pembayaran yang paling aman... atau Jika anda sudah mempunyai Bisnis On-Line tapi selama ini anda harus mencairkan dana ke bank tertentu dengan syarat2 yang memberatkan... Bergabunglah dengan Pembayaran On-Line Resmi Ineternasional PAYPAL, maka Anda akan menemukan kemudahan untuk bisnis On-Line anda...
Selengkapnya...

